Panwascam Diancam Dibunuh
PALEMBANG, WS – Ketua Pengawas Kecamanatan (Panwascam) Rantau Bayur, Sahadi (36), mendapat pesan layanan singkat (SMS) dari orang tak dikenal (OTD) dengan nada ancaman akan dibunuh berkaitan dengan pengawasan di PPK Rantau Bayur. Hal ini dikatakan Ketua Panwaslu Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, Heriansyah, SH, ketika dihubungi melalui ponselnya, Kamis (17/4) pukul 20.00 WIB.
“Memang benar ada ketua Panwascam Rantau Bayur, sudah dibuntuti dua motor dan satu mobil, malam Rabu (16/4) sebelumnya, mereka sudah dapat SMS akan dibunuh oleh orang tak dikenal bila banyak protes ketika perekapan di PPK Rantau Bayur,” dia menjelaskan.
Masalah ini sudah dilaporkan ke Polres Banyuasin terkait ancaman pembunuhan Ketua Panwascam Rantau Bayur, terkait pengawasan pemilu, Panwaslu Kabupaten Banyuasin sudah menyampaikan laporan ke Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sumsel, Kamis.
Syahrul Rhamadhoni, calon anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut satu dapil Rantau Bayur mengakui agak kacau di PPK Rantau Bayur, Kamis.
“PPK di Rantau Bayur dikawal polisi dua pleton,” ujar dia.
Sementara itu, Kasat Intelkam Banyuasin Polres Banyuasin, AKP Gunawan, Kamis (17/4) ketika dikonfirmasi terkait ancaman terhadap ketua Panwascam Rantau Bayur, pihak kepolisian membenarkan, sudah ada laporan, pihak kepolisian siap mengamankan dan memantau mereka.
“Di antara sekian PPK di Kabupaten Banyuasin yang agak rawan Rantau Bayur, namun ini bisa diatasi sampai sekarang kondusif, biasalah riak-riak kecil,” ujar dia.
Selanjutnya dia mengatakan, pihak Polres Banyuasin sudah mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di lapangan terkait pengawasan perekapan suara di PPK.
Sinar Harapan, Sabtu, 19 April 2014